Image Hosting
ALAT PENGUBAH URINE MENJADI AIR MINUM!

By ADy "EdiToR" Inbox on 6/03/2009 09:34:00 PM

komentar (0)

Filed Under: , , , ,


Di Bumi belum pernah mendengar ada mahluk Bumi yaitu manusia meminum air seninya sendiri dalam keadaan sesulit apapun, tetapi tidak demikian dengan mahluk di luar angkasa yang terfoto, mereka adalah para astronot di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (ISS) untuk pertama kali minum air hasil daur ulang air seni sendiri.

Para awak menggunakan apa yang disebut Water Recovery System, yaitu alat seharga 250 juta dollar AS. “Kontrol misi NASA memberi air minum dari urine yang telah didaur ulang kepada astronot Ekspedisi 19 di Stasiun Ruang Angkasa Internasional,” bunyi pernyataan NASA.

Komandan Rusia Gennady Padalka, awak Mike Barratt dari Amerika serta Koichi Wakata dari Jepang merayakan keberhasilan uji coba itu dengan meminum bersama-sama air hasil daur ulang itu. “Rasanya luar biasa,” kata Barratt.

Sumber:http://reallife65.blogspot.com/2009/05/foto-mahluk-luar-angkasa-minum-air-seni.html

JETPACK BUKAN LAGI HANYA MIMPI!!!

By ADy "EdiToR" Inbox on 5/10/2009 07:43:00 PM

komentar (0)

Filed Under: , , , , ,



Wah bisa buat menghindari kemacetan di Jakarta niech,hhehehe.... :-P

PAKAIAN DALAM ANTI BAU ASTRONOT!

By ADy "EdiToR" Inbox on 4/03/2009 07:46:00 PM

komentar (0)

Filed Under: , , , , ,


Seorang ilmuwan luar angkasa telah menciptakan pakaian dalam yang bisa dipakai hingga lima hari tanpa berbau. Menurut harian The Sun, pakaian dalam ini diciptakan dan dikembangkan di Jepang.

Saat ini Koichi Wakata, astronot Jepang pertama yang tinggal di Stasiun Luar Angkasa Internasional, tengah melakukan uji coba pada pakaian tersebut.

“Hingga kini tidak ada seorangpun yang mengeluh, jadi saya pikir sejauh ini baik-baik saja.” katanya.

Bahan dari pakaian dalam yang diberi nama J-Ware ini pun dibuat secara khusus oleh serangkaian riset mendalam di Women’s University, Tokyo. Toshiko Taya, sang perancang, mengaku pakaian dalam ini dedesain untuk membunuh bakteri, menyerap kelembaban tubuh dan mengeringkannya secara cepat.

Tahun lalu pakaian ini juga diujicobakan pada seorang astronot bernama Takao Doi. Dari situ terbukti pakaian ini tetap kering bahkan setelah melakukan pekerjaan yang menguras keringat.

“Sementara astronot lain basah oleh keringat, dia tetap kering dan tidak perlu menggantung pakaiannya.”

Di masa depan, J-Ware diharapkan dapat mengurangi beban bawaan yang harus dibawa para astronot saat mengunjungi angkasa luar karena disana tidak tersedia fasilitas laundry. Agen luar angkasa Jepang saat ini tengah menjajaki penyediaan J-Ware untuk NASA. Selain itu pakaian anti bakteri ini pun akan segera dilepas ke pasaran.

Sumber:http://15meh.blogspot.com/2009/04/pakaian-dalam-anti-bau.html




4 PESAWAT TERBANG TERBESAR DI DUNIA!

By ADy "EdiToR" Inbox on 3/01/2009 08:12:00 PM

komentar (0)

Filed Under: , , , , ,


Semenjak era penerbangan dimulai di awal abad ke-20, para pakar terus mengembangkan pesawat yang berukuran lebih besar dan mampu terbang lebih cepat. Tujuannya tak lain agar semakin banyak barang atau manusia yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu singkat.

Dikutip dari Softpedia, ada empat burung besi terbesar yang pernah diterbangkan ke angkasa.

Hughes H-4 Hercules

Hughes H-4 Hercules merupakan kapal terbang terbesar yang pernah dibuat dalam sejarah umat manusia. Ini juga merupakan pesawat dengan rentang sayap terbesar yang pernah terbang.

Pesawat ini dibangun pertama kali saat Perang Dunia II masih berlangsung. Pembuatan pesawat ini rampung pada 2 November 1947, dan hanya sempat terbang satu kali sebelum akhirnya pensiun.

Pesawat raksasa itu dibuat oleh perusahaan Hughes Aircraft, dengan konstruksi dari bahan kayu. Huges H-4 berukuran panjang 218 kaki atau 66,65 meter, memiliki rentang sayap 319 kaki (97,54 meter), tinggi 24,18 meter, dan dapat membawa beban 180.000 kilogram (400.000 pons) sejauh 3.000 mil.

Karena alasan sulitnya proses produksi, H-4 kemudian dipensiunkan, dan saat ini dipajang di Evergreen Aviation Museum di McMinnville, Oregon, Amerika Serikat.

Antonov An-225Sementara pesawat terbesar dari ukurannya secara keseluruhan adalah Antonov An-225, pesawat angkut strategis yang dibuat oleh Antonov Design Bureau, Rusia. Awalnya An-225 didesain untuk program luar angkasa Negeri Beruang Merah. Pesawat yang mengagumkan ini memiliki panjang 84 meter (sekira 275 kaki) dan rentang sayap 88 meter (sekira 300 kaki).

An-225 dapat mengangkut lebih dari 250 ton kargo dengan ketinggian 11.000 meter (36.100 kaki).

Airbus A380Sedangkan pesawat terbang penumpang terbesar di dunia adalah Airbus A380, yang mulai melayani debut penerbangan komersial pada 2007, oleh Singapore Airlines. Pesawat ini memiliki dua geladak, konstruksi badan yang lebar, dan dapat mengangkut 800 penumpang. Ia juga dapat terbang non-stop dari Boston menuju Hong Hong, atau berjarak 15.200 kilometer.

A380 raksasa berukuran panjang 73 meter, memiliki rentang sayap 79,8 meter, tinggi 24,1 meter, dan dibanderol seharga USD330 juta.

Boeing 747-8

Terakhir adalah Boeing 747-8 yang menjadi kompetitor utama Airbus A380. Boeing 747-8 kini menjadi pesawat terbang terberat yang dibuat perusahaan Amerika Serikat itu, baik untuk kepentingan militer maupun komersial.

Boeing 747-8 mampu mengangkut beban 440.000 kilogram (970.000 pons). Pesawat ini memiliki panjang 76,8 meter, rentang sayap 68,5 meter, dan tinggi 19,6 meter. Pembuatan burung besi ini memakan biaya USD300 juta, serta dapat mengangkut 500 penumpang.

Sumber:http://blog-artikel-menarik.blogspot.com/2009/02/4-burung-besi-terbesar-dalam-sejarah.html




KUNJUNGAN KOMET LULIN KE PUSAT TATA SURYA

By ADy "EdiToR" Inbox on 2/24/2009 07:59:00 AM

komentar (0)

Filed Under: , , , ,


WASHINGTON, SENIN - Langit malam awal pekan ini akan diramaikan dengan kunjungan Komet Lulin untuk pertama kalinya sepanjang sejarah pengamatan astronomi ke pusat tata surya. Komet tersebut akan berada pada jarak terdekat dengan Bumi dan ada kemungkinan dapat diamati dengan mata telanjang.

Nama Lulin diambil dari nama observatorium yang pertama kali dipakai untuk mengamatinya. Komet Lulin yang juga disebut C/2007 N3 direkam pertama kali oleh astronom Taiwan Lin Chi-Seng pada 11 Juli 2007 dari Observatorium Lulin di Nantou, Taiwan. Awalnya dikira asteroid, namun diidentifikasi sebagai komet baru oleh Ye Quanzhi, mahasiswa Universitas Sun Yat-sen China dari tiga foto yang direkam Lin.

"Tidak seperti komet-komet lainnya yang pernah terlihat dari Bumi, yang satu ini belum pernah berada pada jarak sedekat ini dengan Matahari sebelumnya," ujar Donald Yeomans, manajer program Objek Dekat (NEO) Bumi NASA. Sekali melenting di Matahari, kecepatannya akan bertambah dan segera meninggalkan pusat orbit parabolanya ke tepian tata surya.

Lulin telah mengelilingi Matahari di jarak orbit terdekat pada 10 Januari 2009 lalu dan sejak saat itu terlihat makin terang dari Bumi. Komet tersebut akan berada pada jarak terdekatnya dengan Bumi sejauh 61 juta kilometer pada Selasa (24/2).

Saat mendekati pusat tata surya, panas Matahari telah memanaskan permukannya yang terdiri dari campuran debu, gas, dan es. Hasil pengamatan NASA menunjukkan, komet tersebut melepaskan uap air ke ruang angkasa yang setara dengan air sebanyak satu kolam renang berstandar Olimpiade setiap 15 menit.

Hijau dan terbalik

Cahaya hijau yang dipancarkannya merupakan daya tarik komet Lulin. Warna tersebut berasal dari gas yang menyelimuti atmosfernya. Gas yang memancar dari inti komanya mengandung cyanogen (CN), jenis gas beracun yang banyak terkandung dalam komet, dan diatom karbon (C2). Keduanya menyala hijau saat terpapar cahaya Matahari di ruang hampa.

Selain itu, Komet Lulin seolah-seolah memiliki dua ekor. Jika dilihat dari Bumi, selain ekor utama (tail) yang mengarah menjauhi Matahari juga terdapat ekor di depan mengarah ke Matahari yang disebut antitail. Hal tersebut akibat ilusi optik yang terjadi saat Bumi pengamatan sejajar dengan garis orbitnya.

Ia juga akan tampak bergerak cepat dan berpindah dari posisinya terhadap bintang-bintang yang ada di latar belakangnya. Hal ini karena arah gerak komet yang berkebalikan dengan arah gerak Bumi di tata surya.

"Jika planet-planet dan objek lain di tata surya mengelilingi Matahari berlawanan arah jarum jam, Lulin mengelilingi searah jarum jam," ujar astronom NASA Stephen Edberg.

Karena memiliki lintasan orbit parabola yang sangat besar, Komet Lulin mungkin jarang sekali mendekat Matahari. Kandungan gas murni yang terbentuk sejak komet itu lahir di awal pembentukan tata surya diperkirakan masih sangat banyak. Pengamatan terhadap gas yang dipancarkan selama "mengunjungi" Matahari akan membantu para ilmuwan menungkap rahasia kelahiran tata surya.

Keunikan Lulin telah menarik perhatian astronom di seluruh penjuru dunia. Jadi, tertarik menyaksikan momen langka yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup?

Sumber:http://figostudyclub.blogspot.com/2009/02/siap-siap-komet-lulin.html









Sponsored ADs

Do You Want To Subscribe...??

I heart FeedBurnerAdd to Google Reader or HomepageAdd to My AOLAdd to netvibesSubscribe in BloglinesAdd to The Free DictionaryAdd to PageflakesSubscribe in podnovaAdd to PlusmoAdd to WebwagAdd to Excite MIX